Senin, 23 Mei 2016

Pengalaman Menggunakan IUD Nova T 380



Assalamualaikum,

Setelah Abel berusia 3 tahun, sudah saatnya kami memikirkan tentang  rencana menambah momongan. Memang kami berencana untuk memberi jarak antara Abel dan adiknya sekitar 4 hingga 5 tahun. Jadi ketika  bulan Januari 2016 tepat 3 tahun kontrasepsi ini tertanam di rahim saya, kami berencana untuk lepas IUD dan memulai untuk promil. Sebelum saya cerita lebih jauh, yuk kita kenalan dulu sama si Nova T 380 ini. IUD Nova T 380 Merupakan alat kontrasepsi dalam rahim terbuat dari bahan plastik berwarna putih, berbentuk T termodifikasi , dengan kawat tembaga yang berwarna perak dibagian tengahnya disekitar lengan vertikal dan tali benang yang dapat dilepaskan . Nah IUD yang saya gunakan ini efektif hingga 5 tahun. Jadi setelah 5 tahun harus diganti apabila ingin terus menjaga jarak kelahiran.


Waktu itu sebelum saya pasang, Spog terlebih dahulu menjelaskan cara kerja, perhatian khusus, efek samping serta jadwal kontrol berkala setelah pemasangan. Cara kerja dari alat ini dimana si tembaga mencegah kehamilan dengan melalui penghambatan transportasi sperma dan ovum atau kemampuan sperma membuahi ovum. Jadi setelah IUD dilepas, fertilitas bisa kembali normal. Tingkat kehamilan dengan Nova T 380 adalah 0,6 per 100 wanita per tahun. Kecil yah, insha allah aman kalau nggaak ada kendala. 
Ketika pemasangan mungkin akan disertai nyeri dan pendarahan ringan, ya kadar nyerinya sih tergantung masing-masing orang ya, selama kitanya relax prosesnya tidak terlalu nyeri, dan lebih cepat. Pengalaman saya ketika pasang awal-awal memang tegang sekali, Spog nya sulit memasangkan karena rahim saya kaku, jadi si alat ini nggak mau "nyangkut" dirahim saya, akhirnya pemasangan di hentikan sejenak sambil menunggu saya siap dan relax, fiuuhh jangan dikira proses ini mudah ya bok, jujur aja saya semalaman nggak tidur karena kepikiran plus takut. Bahkan Spog saya berkomentar " Ibu takut disuntik tapi kok malah milih pasang spiral, ngga salah?"Jelas salah sebetulnya kalau saya bandingkan sakitnya. Tapi kalau pasang IUD, saya sakit cuma pas hari ini saja (saat pasang) setelah itu aman sejahtera hingga bertahun-tahun. Tapi kalau suntik, saya ketemu jarum sebulan sekali sampai bertahun-tahun seperti itu duhh makasih deh dok *pasang muka nyinyir* . Back to story akhirnya pemasangan berhasil dan nyaman sekali ketika saya sudah relax. Intinya kudu tenang dan relax ya, catettt! hihih. Setelah pemasangan, saya diminta untuk kontrol lagi 3 minggu kemudian. Nah selama kurun waktu 3 minggu untuk jangan be*h*bun*an dulu, dan jangan terlalu capek apalagi angkat beban berat, menghindari di IUD bergeser atau malah lepas karena masih baru dipasang. 

Kontrol IUD dilanjutkan dengan rentang 3 bulan sekali, frekuensinya sih tergantung kondisi masing-masing. Saya kontrol 3 bulan sekali nggak sampe setahun, cuma 3 kali dateng trus semenjak itu 6 bulan sekali dan setahun sekali kalau ada keluhan aja. Pemasangan sebaiknya ketika menstruasi, atau ketka menstruasi mau selesai. Tujuannya untuk mengurangi nyeri saat pemasangan karena ketika menstruasi mulut rahim sedang terbuka dan lunak. Kalau pemasangan setelah melahirkan Spog saya sebetulnya menyarankan untuk menunggu sampai rahim kembali ke bentuk dan ukuran semula, tapi saat ini banyak kok teman saya yang pasang IUD langsung saat habis melahirkan supaya nggak 2 kali sakit katanya :D.

Ilustrasi posisi IUD di dalam rahim


Selain itu penggunaan kontrasepsi IUD juga ada efek sampingnya loh, dari ringan (normal), hingga yang  berat (harus melalui pemeriksaan Spog) Sebagai berikut :

Normal :
1. Peningkatan darah menstruasi. Jangan heran kalau setelah pasang IUD setiap menstruasi bisa sampai 3-4 kali ganti pembalut ya moms :D
2. Bercak-bercak atau flek. Biasanya di beberapa minggu setelah pemasangan. Nanti akan hilang sendiri, atau sebagai indikasi kalau badan lagi kecapean dan stress. So jangan buru-buru berfikir yang aneh-aneh kalau fleknya masih dalam taraf wajar.
3. Nyeri Haid. Kalau yang ini sih saya nggak ngalamin nyeri haid hebat atau sakit banget kayak waktu masih gadis, Alhamdulillah selama pasang nyeri haidnya cuma cenut-cenut di hari pertama saja.
4. Sakit Pinggang. 
5. Anemia. (lemas saat menstruasi). Ini ada hubungannya dengan nomor 1 yah, karena ada peningkatan darah menstruasi wajar kalau kita mengalami anemia saat mestruasi, disarankan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi seperti sayuran hijau, kacang-kacangan , daging merah, sereal, telur dan lain-lain. Atau mengkonsumsi suplemen zat besi bila perlu (sesuai saran dokter).
6. Reaksi Alergi Kulit dapat terjadi pada pasien yang alergi dgn tembaga.

Berat
1. Kehamilan Ektopik
2. Radang Panggul
3. IUD pecah atau menembus dinding rahim

Bulan Maret 2016 kemarin akhirnya suami punya waktu untuk nemenin saya ke Spog. Sebaiknya sih pelepasan IUD ketika menstruasi lagi banyak-banyaknya, karena bener-bener nggak berasa sakit sama sekali. Nyaman banget. Pengalaman saya saat mau nyabut pas nggak mens, ternyata benangnya nggak kelihatan, alias benang kemungkinan tertarik kedalam uterus atau kanalis serviks. tapi bisa muncul lagi kok kalau sedang menstruasi atau pas masang dulu, benang penariknya cuma disisain sedikit. Ini juga bisa nggak kelihatan loh. Jadi next kalau pasang IUD lagi harus request untuk sisain benangnya yang panjaaaaang hihih biar gampang di tarik dalam segala situasi haha.

Alhamdulillah selama 3 tahun 5 bulan saya pakai IUD ini nggak ada kendala atau keluhan yang berarti, baca-baca leaflet IUD nya yah, dan rutin kontrol sesuai anjuran dokter pluss jangan sungkan untuk konsutasikan ke dokter kalau ada keluhan yah mom. Setelah proses lepas pun alhamdulillah menstruasi saya tetap teratur tanggalnya, memang tidak ada anjuran untuk memberi jarak pasca lepas IUD untuk hamil kembali, karena setelah IUD dilepas fertilitas kembali normal, dan semua tergantung ke kondisi masing-masing perempuan untuk bisa langsung hamil, doakan yah semoga cepet hamil lagi ;)

Sekian dulu cerita pengalaman saya menggunakan IUD Nova T 380. Semoga mama yang lain juga cocok pakai IUD type apa saja, karena memang sangat praktis dan justru lebih ekonomis :). Suami senang istri tenang :D :D


Thanks for reading xoxo


Regards.

Errika Ayu




Sumber gambar:  
komplettapotek.no
Mirena_IntraUterine_System (en.wikipedia.org) 


12 komentar:

  1. jadiii sekarang udah ga pake Ka? Yihaaaaa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak ta, sumpahinnn gw hamil lagii doong hahaha

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketika berhubungan sakit ga mb, krn ak baca n ibuku blg si suami sakit makanya dilarang gt...tp ini ak uda pasang kmrn..maap pertanyaanny ga sopan

      Hapus
  3. Aduh.... Pengen pingsan bacanya haha tp harus πŸ˜‚

    BalasHapus
  4. Saya juga pakai setelah hamil anak 1 dan setelah hamil anak 2. Aman, nyaman, tidak ada masalah. Begitu dicopot. Selisih bentar lalu hamil 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. setelah copot,wajib kontrol lagi ndak ya bun??

      Hapus
  5. Saya cuma mau ngeshare aja
    Iud nova t: 311.000
    Total untuk biaya tindakan, obat, dan usg sekitar 550 an..
    Per 7agsts 2017 total semuanya 889.000 😭😭😭
    Udah niat pk iud, jd kudu ikhlas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. seminggu lalu aku lepas iud setelah 7 tahun pake,biayanya 1.150.000 hemmm itu blm hrs dtng kontrol lg katanya,, hrs ikhlas jg demi baby lg :)

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Baru pasang IUD nova T per tanggal 13 Agustus 2017, biaya seluruhnya kurang lebih 1,5jt dan alhamdulillah nyaman2 saja, cuman sekarang masih sedikit flek

    BalasHapus
  8. Saya pasng tgl 3 juli pendarahan sampe 1 bln . Msih sring krsa sakit kalo kecapean atw stress,smpe skrng blm bisa kontrok krna masih pendrahan

    BalasHapus