Sabtu, 05 Maret 2016

Cara Memeram Alpukat agar Matang Sempurna


Credit by google with editing

Assalamualaikum

Ibu-ibu dirumah suka kesel nggak sih kalau memeram alpukat yang kita beli di supermarket tau-tau busuk? udah nunggu lama eh pas dibelah dalemnya item-tem, benyek tak jarang aroma menyengat dan rasanya pahit serta masam. Saya pun!! Kebetulan saya , suami dan Abel sangat menyukai buah yang kaya akan antioksidan serta segudang nutrisi yang diperlukan oleh tubuh ini. Jadi si Aplukat ini nyaris tidak pernah absen dari isi kulkas kami. 

Pada umumnya buah Alpukat yang kita beli di supermarket masih dalam kondisi mentah, alasannya ya biar selama pengiriman si buah ini ngga busuk dan bonyok. Kebayang kan kalo buah yang sudah masak di kirim ke jakarta dari sumatra dengan truk besar, bisa-bisa sampe sini sudah jadi jus hihi. Oleh karena itulah kita harus memeramnya dulu dirumah sebelum di konsumsi. 

Tradisi memeram buah secara turun menurun yang kita tau di timbun dalam beras ya, itu juga masih saya lakukan untuk beberapa buah seperti mangga salah satunya. Kenapa sih kalo di peram dalam beras jadi cepat masak? seperti yang saya kutip dari kompasiana  kalau si alpukat ini termasuk salah satu jenis buah yang tidak dapat masak di pohon, jadi harus di petik dulu untuk menjalanin proses pematangan selanjutnya. Proses pematangan itu terjadi karena adanya gas etilen (ethylene) yang dikelurkan oleh buah yang bersangkutan (pada alpukat terjadi di pangkal buah). Jadi semakin banyak gas etilen yang meliputi buah ini, semakin cepat buah tersebut menjadi matang. Dengan di peram ke dalam beras, gas etilen yang di keluarkan menjadi "terperangkap", jadi si buah cepat masak. 

Tapi sering kali kalaupun dia matang setelah diperam dalam beras hasilnya masih kurang bagus, daging buah alpukat menjadi hitam-hitam, ada yang berserabut, tak jarang juga malah benyek dan busuk. Konon katanya karena dalam beras masih berongga, jadi buah masih bisa terkontaminasi oleh bakteri dan si kutu beras. Jadi jangan heran kalau hasilnya banyak yang hitam-hitam. Nah kali ini saya mencoba cara lain yang jauh lebih cepat dan hasilnya sangat memuaskan. Caranya sangat mudah, sbb :

1. Potong sedikit pangkal buah Alpukat denga pisau bersih.


2. Ambil tisu, lalu balut pangkal buah alpukat yang sudah di potong tadi.
3. Lilit-lilit dengan isolasi.


4. Bisa di taruh di luar saja (matang sekitar 2-3 hari), atau saya masukan ke dalam beras, nah cara ini bisa lebih cepat, 1-2 hari sudah mulai lembek.
5. Belah, dan lihat hasilnya.

hasil setelah di peram selama 2 hari

Sebenarnya ada cara lain untuk memeram buah alpukat, misalnya dengan memasukkan  buah alpukat kedalam kantong kertas lalu di ikat (cara seperti ini lazim di luar negeri) intinya juga sama agar si gas etilen terperangkap dan membuat buah cepat matang, atau bisa juga memasukannya bersamaan dengan buah lain ketika di peram, tapi buah lain yang sudah matang, seperti buah Apel, Tomat dan pisang yang terkenal sebagai penghasil penghasil gas etilen berlimpah, tapi tentunya ya harus di bungkus dengan kertas koran dulu.   Tapi dari sekian banyak cara, cara membungkus pangal dengan tisu inilah yang paling praktis dan lebih cepat menurut saya. Saya sudah mencobanya berkali-kali dan belum pernah mengecewakan. 

Saking senangnya memeram dengan cara ini, saya tidak lagi membeli buah alpukat matang si pasar tradisional (kalau pasar tradisional buah alpukatnya sudah siap santap karena banyak yang diberi karbit). Saya memilih membeli yang mentah dan memeram sendiri karena hasil dan rasanya jauh lebih enak.

Bagi yang sering lihat cara seperti ini di sosial media tapi belum berani coba, yukk besok kalau beli alpukat mentah di coba ya, dijamin puas sama hasilnya :) Selamat memeram :p

Thanks for reading,

Regards


Errika 


9 komentar:

  1. Aku jugak lagi ngedraft postingan mematangkan alpukat lho hihihi

    BalasHapus
  2. Ini cara kekinian merem alpukat, tapi saya blm pernah nyobain seh. Kalau mau jus soalnya depan rmh jualan jus, jd tinggal beli :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah betul kalau mau jus sih enakan beli ya mbak hihi, tapi kami sekeluarga sukanya di makan biasa campur susu kental manis coklat. :D

      Hapus
  3. Halo mbak. Seluruh bagian tissue di lilit isolasi atau cuma pingir tissuenya

    BalasHapus
  4. Its work mbak, thanks btw

    Salam,
    Roza.

    BalasHapus
  5. aku udah coba, pas ngidam, dan berhasil

    salam
    riby

    BalasHapus
  6. Selain alpukat ada tips buat buah apalagi mbak? Thanks.

    Salam,
    Rava.

    BalasHapus
  7. Klw di bungkus kertas apa juga harus di potong ujungnya dlu mas. Dan apa g di basuh dlu sampai bersih seblum di ptong

    BalasHapus