Kamis, 11 Februari 2016

[Review] : La' Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss

Assalamualaikum

8,5 out of 10

Kali ini saya (masih) mau bahas soal lipstik, bosan? jangan dulu ya,, masih banyak lipstik saya yang belum di review hihi. Lipstik yang akan saya bahas kali ini adalah La'Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss dengan shade Bazaar. Sebenarnya saya sudah pernah beli lipstik ini sebelumnya dengan shade lain yaitu fantasy, jujur saja kecewa sekali, bukan sama olshop nya ya, tapi hasil akhir warna si fantasy ini. Pas di aplikasikan di bibir saya waranya jadi shocking baby pink, pucat dan terang sekali kayak neon lamp gitu, ditambah kulit wajah saya yang "nggak putih-putih amat", bikin kontras dan nggak ketulungan nge"jreng"nya. Sudah di akalin masih nggak enak juga di pandang. Alhasil saya jual saja. Satu pengalaman yang saya ambil kalau mau liat review lipstik jangan cuma dari postingan instagram, banyak yang posting foto sudah di filter dan di edit  sehingga warna lipstik yang sebenarnya jadi berubah, coba cari alternatif lain seperti swatch video on youtube, nah kalau sudah di youtube saya biasa cari beauty vlogger yang kulitnya nggak jauh beda dengan kita, atau warna bibirnya mendekati warna bibir kita, jadi bisa ada bayangan lah nanti akan seperti apa warnanya kalau di aplikasikan. Secara kalo nyontek review orang bule mah kulit putih, warna dasar bibir nya sudah pink, pake warna apa aja pasti cakep hehehe. Saya suka ngintip akunnya si Its Judy Time di youtube, karena menurut saya kulit wajahnya asia banget jadi banyak merk dan shade yang bisa di contek ;p.



Back to topic ke si bazaar, kali ini saya bisa memberikan score 8,5 out of 10. Selain karena matte finish nya yang oke di bibir saya, shade yang saya pilih ini bener-bener saya banget lah pokoknya merah,  tp merahnya kalem banget (istilahnya apa ya kalo kalem gitu haha). Mari kita kupas satu-satu.



Dari segi packagingnya, kelihatan biasa aja ya, tube besar transparan tanpa box, tapi its ok, karena kita bisa lihat warna nya dari luar tanpa harus buka tutupnya. Aplikatornya pun standard sama seperti liquid lipstik yang lain. Teksturnya cukup cair jika dibandingkan dengan liquid matte lipstik lain, tapi saya suka dengen tekstur seperti ini, karena mudah di aplikasikan di bibir, cukup sekali pulas shade sudah langsung keluar. Ketika pertama kali di aplikasikan di bibir memang terlihat jauh lebih terang, tapi setelah kering, warnanya berubah jadi cantik dan calm. Pigmentasinya cukup bagus, nggak bikin kering di bibir saya walaupun sebelumnya saya tidak menggunakan lipbalm, staying powernya juga bagus, 5-6 jam masih masih oke. Tapi habis makan, bibir saya jadi berminyak banget. Nah dari habis makan itulah warna nya mulai hilang. Ya kira-kira kayak ada efek glossy nya gitu deh. Untuk aromanya, kalau saya cium dari dekat aroma bahan kimianya kerasa sih, ketika di apilkasikan ke bibir juga berasa, tapi pas udah kering aroma nya hilang. Untuk harga, terjangkau banget, around 55-80k.






Saya mencoba me re-apply (dengan sisa lipstik awal ) dan hasilnya jadi kering dan agak flacky, jadi ketika me re-apply sebaiknya bersihkan sisa lipstik yang sebelumnya dulu sih saran saya biar hasilnya sempurna.




Pro :
+ Packaging nya transparan, shade terlihat dari luar
+ Tekstur cair jadi mudah di aplikasikan
+ Pigmentasi bagus
+ Staying Powernya oke (5-6 jam)
+ Harga terjangkau under 100k

Cont :
- Selesai makan, berubah menjadi  Glossy effect, nggak matte lagi
- Aroma bahan kimia nya terasa saat meng aplikasikan lipstik
- Shade Nude kurang banyak

Recommended ? Yess

Sekian dulu review kali ini, tunggu review-review saya yang lainnya. Thanks for 
reading. Xoxo



Regards

Errika




Note : Ini adalah pengalaman pribadi saya, hasil akan berbeda-beda setiap orang. 

Rabu, 03 Februari 2016

Rencana Kegiatan Mingguan usia 3 - 4 tahun


Sebagai ibu bekerja tentunya saya tidak ingin melewatkan waktu bermain dengan anak saya dirumah, begitu juga dengan perkembangan motoriknya. Ketika usianya 2 tahun, saya sering membuatkannya mainan sensory play and activities , DIY dan recipe ideas nya bertebaran di pinterest. Tapi sekarang sudah 3 tahun, 90 % aktivitas nya ada di luar rumah, bermain sepeda bersama teman-temannya, panjat pohon jambu di depan rumah, keliling komplek sore-sore. Worksheet menempel dan mewarnai yang saya print dikantor hanya 10 menit paling lama dia pegang, sisanya permainan fisik dan imaginasi yang dia suka, misal main jual-beli kue, saya jadi pembeli Abel jadi penjual kue nya. Pura-pura sedang mengisi bensin, main guru-guru'an, main dokter-dokteran, Abel pura-pura jatuh ke jurang, trus mama nya yang nyelametin (ide ini entah dia kepikiran dari mana) pokoknya full of imaginations. Setiap saya pulang kantor dia sendiri yang menentukan kita akan main apa, saya berperan sebagai apa dan cara mainnya bagaimana, tentunya sesuai dengan imaginasi Abel, yang terkadang saya sendiri tidak tau peran apa yang saya mainkan.  " mama tiduran, trus nangis" " nangis nya gini, tangannya ke muka gini ni"  "ibu erika kenapa, ketembak ya kakinya?" "oh ini harus disuntik" dan tiba-tiba saja pulpen pilot berujung lancip sukses menghujam betis saya.. subhanallah sakitnya luar bisa. Ini sih nangis betulan mamanya huhuhu. Ya kira-kira seperti itulah pola bermain kami sehari-hari. 

Sebetulnya tidak ada yang salah dari cara quality time kami, tapi alangkah baiknya di sela-sela bermain fisik dan motorik itu saya selipkan beberapa kegiatan yang mengandung unsur moral & keagamaan, seni, kelancaran berbahasa, unsur kognitif, hafalan doa-doa, dan lain-lain. Tentunya  saya ingin kegiatan yang mengandung unsur-unsur tersebut sesuai berdasarkan kurikulum PAUD dari diknas dengan standar tingkat pencapaian perkembangan kelompok usia 3 - 4 tahun. Setelah saya browsing akhirnya saya menemukan sebuah situs yang sangat inspiratif  "Rumah Bunda" dimana isinya tentang sharing beliau yang menjalankan Home Education alias Homeschooling namun berpedoman pada kurikulum resmi dari diknas. Ya hitung-hitung persiapan Abel untuk masuk sekolah tahun ini. Kadang terbesit di benak saya, kalau usia 3 tahun itu sebetulnya anak-anak sudah bisa apa sih? atau sudah bisa di ajarkan apa saja sih dirumah untuk usia 3-4 tahun, nah di Rencana kegiatan mingguan ini menurut saya cukup menjadi tolak ukur untuk perkembangan anak saya. Walaupun perkembangan setiap anak itu berbeda beda ya, jadi jangan di jadikan patokan yang mutlak juga, karena nanti malah bikin stress " duh kok anakku belom bisa ini" hehe, tidak ya. Saya mengacu pada RKM ini untuk persiapan kematangan Abel bersekolah nanti, supaya nggak kaget. Di Rencana Kegiatan Mingguan ini di bagi menjadi 2 sesi yaitu, Lingkunganku dan Diri Sendiri. Sebetulnya kalau merujuk dari sumber aslinya setiap sesi di targetkan 3 pekan, namun saya tidak menargetkan berapa lama. Karena rentang umurnya 3-4 tahun jadi saya tidak ingin Abel merasa terbebani dengan materi yang saya berikan, saya biarkan dia berkembang dan tumbuh  dengan caranya sendiri namun tetap saya arahkan melalui kegiatan dan materi-materi berikut ini. 






Nah materi-materi di atas saya print dan saya tempel di rumah serta di kantor, jadi sebagai pengingat atau checklist saya apa saja yang abel sudah bisa dan belum bisa, jadi saya bisa melakukan penekanan di kegiatan itu. Lalu kegiatan apa yang nanti bisa saya selipkan di sela-sela bermain selepas pulang kantor. Untuk materi atau kegiatan yang sudah bisa Abel lakukan, tetap harus saya ulang-ulang lagi, misalnya doa-doa sehari-hari , kadang masih suka terbalik-balik, mana doa makan , mana doa tidur. Oiya Untuk Kosakata Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, saya skip dulu saja. Saya fokuskan ke doa sehari-hari dan surat-surat pendek dulu. Rencana kegiatan ini saya buat se-fleksibel mungkin, jadi saya tidak menekankan mana saja yang ajarkan terlebih dahulu, tapi tergantung situasi saja. Kadang saya sendiri suka bingung mau bermain apa hari ini, karena Abel lebih sering main diluar, pas musim hujan gini kegiatannya ya gitu-gitu aja, membaca buku, mewarnai, main mobilan, main sepeda dalam rumah, nyanyi-nyanyi trus dia bosan, nah dengan adanya rencana kegiatan ini saya jadi ada ide  kegiatan bermain sehari-hari, rencana kegiatan ini juga tersedia dalam bentuk file PDF, bisa di unduh secara gratis. Semoga bermanfaat ya.

File download : Rencana Kegiatan Mingguan Anak Usia 3-4 tahun


Regards

Errika



Senin, 01 Februari 2016

[Resep] : Brownies Kukus Simple




Hari kamis kemarin, sebetulnya tidak ada niatan sama sekali untuk buat kue, tapi pagi-pagi sekali Abel dan papanya barengan lagi nggak enak badan. Dari situ saya kepikiran untuk buat brownies karena kalau lagi nggak enak badan gitu pasti makan nasi nya (makin) susah, maunya ngemil aja. Langsung saya cek persedian bahan kue, sepertinya untuk adonan 1 loyang brownies kukus masih cukup. Saya buka google drive ubek-ubek file resep dan ketika search dengan keyword "Brownies" ada 72 resep di folder saya (rajin juga ya saya ngumpulin resep brownies sebanyak itu). Waduh makin pusing mau nyontek yang mana. Ada 1 resep andalan saya yang saya ingat sampai ngelotok yaitu resepnya mbak Hesty JTT yang Cake Coklat kukus  saking seringnya saya buat ini, sudah nggak pakai contekan lagi. Jadi saya modifikasi saja resepnya sedikit agar mirip dengan resep brownies. Berikut  resepnya yang sudah saya modifikasi sesuai dengan bahan yang tersedia dirumah.

Bahan : 
150 gr Mentega atau margarine
170 gr Gula halus
200 ml susu cair. (Saya pakai UHT Ultra coklat)
2 butir telur ayam, kocok lepas
100 gr Tepung terigu ( saya pakai segitiga biru)
40 gr Coklat bubuk, ( saya pakai merek bensdorp) 
1 sdt baking powder
1 sachet vanili bubuk
1 sachet kopi instan (saya pakai good day original)

Topping (optional) : meses, atau choco chip. 






Cara Buat :
1. Dalam panci kecil : Gula halus, mentega, dan susu, panaskan di atas api kecil, tidak perlu sampai mendidih, kira-kira sampai mentega cair seluruhnya. angkat dan diamkan hingga hangat-hangat kuku.



2. Sambil menunggu adonan cair dingin, Panaskan dandang pengukus terlebih dahulu.
3. Lalu siapkan loyang, ukurannya sesuai yang ada dirumah saja. Olesi metega, dan taburi tepung hingga merata. sisihkan
4. Campur : Tepung Terigu, Coklat bubuk, vanili bubuk, kopi instan. Ayak, sisihkan.




5. Ketika adonan cair sudah tidak panas (cek dengan celupkan jari sedikit), masukan kocokan telur. Jangan masukan telur ketika adonan masih panas, karena akan membuat telur berserabut. aduk rata. 
6. Masukan adonan cair ke ayakan tepung, sedikit demi sedikit aduk dengan spatula secara searah. Jika masih ada adonan yang menggumpal sebesar kacang tanah biarkan saja. Adonannya nanti ber tekstur cair, ketika di tuang dengan sendok akan mudah tumpah.
7. Tuang ke loyang dan kukus. jangan lupa untuk melapisi tutup dandang dengan serbet bersih ya.
8. Kukus selama 45 menit. Jangan di buka tutup selama pengukusan.



9. Angkat dan dinginkan sebelum dilepas dari loyang. Sajikan



Regards

Errika