Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Oktober 2016

Hunting Sekolah untuk Abel (Part 2)

Haiii, Assalamualaikum semua.

Maaf lama banget nggak update, sekarang ada rutinitas baru, jadi ibu-ibu yang antar-jemput anak sekolah. upss, nggak mau keterusan cerita ahh hehe. Kali ini mau nyeritain perihal pencarian sekolah untuk Abel dulu yaah, yuk cuss..

Kamis, 28 April 2016

Bisul Pada Telinga Balita




Assalamualaikum,

Dengar kata bisul sudah terbayang dibenak kita bentuk bisul seperti apa ya kan? apalagi yang pernah "bisulan" mungkin masih ingat persis seperti apa rasanya, ngebet alias sakit *nggak mau ngebayangin*. Bisul adalah sekumpulan nanah/darah yang terakumulasi di rongga jaringan setelah terinfeksi sesuatu (biasanya bakteri, bisa juga parasit)  atau benda asing. Pada kasus Abel ini, si bisul ini tumbuh di telinga. Kok bisa? gini nih ceritanya. 

Sabtu, 16 April 2016

Manfaat Bersepeda Bagi Balita



Bermain merupakan hal yang paling disukai anak-anak. Karena bermain adalah kebutuhan dasar manusia baik dewasa maupun anak-anak. Melalui bermain, anak-anak akan belajar banyak hal serta perkembangan fisik, motorik, sosial dan emosi nya akan berkembang secara utuh. Bermain sepanjang hari sangat di sukai oleh anak usia prasekolah atau yang belum sekolah seperti anak saya, dan memang pada umumnya se usia Abel (3y5m) sebagian besar mempergunakan waktu mereka untuk bermain, bermain dan bermain.

Selasa, 21 Januari 2014

HYIPNOPARENTING

Hypnoparenting sebagai teknik pola asuh bekerja langsung pada alam bawah sadar anak. Orang tua dapat menerapkan pola asuh termasuk mendisiplin anak secara mudah tanpa paksaan. Yang terjadi saat orang tua menggunakan teknik hypnoparenting adalah komunikasi secara mental melalui alam bawah sadar anak. kalimat-kalimat afirmatif yang disampaikan ketika anak sedang dalam kondisi rileks.


Tindakan dan tingkah laku balita masih sangat banyak dipengaruhi alam bawah sadarnya. Itu sebabnya, ia begitu polos dan spontan, serta mudah di-"program" (diberi sugesti) oleh orang tuanya. Pikiran anak balita ibarat spons yang sangat mudah menyerap apa pun yang terdengar, terlihat dan terasa. Orang tua menanamkan sugesti melalui kalimat-kalimat afirmasi sesuai kebutuhan anaknya, langsung ke alam bawah sadar sesuai sugesti tersebut.

Persiapan orang tua:
  • Paham sifat dan kebiasaan anaknya, sehingga tidak melakukan sugesti yang bertentangan dengan sifat balita.
  • Bisa menyeleksi kata-kata yang akan diucapkan. Fokus pada kata-kata positif dan hindari kata-kata negatif seperti “nakal’, “bandel”, ” “susah”, “berisik”,(dilarang mengucapkan kata "tidak" dan "jangan") dan sebagainya.
  • Mampu intropeksi diri dan memberikan contoh baik pada anak.
  • Paham betul konsep dasar hypnoparenting. Tak sekedar tahu. Hindari tindakan tidak sepenuh hati atau tidak rela.
  • Bekerja sama dengan anak mengenai cara menerapkan hypnopareting agar konsisten.
  • Setiap orang punya kesalahan. Orang tua harus menyadarinya agar tidak selalu menyalahkan anak.
Ingat, yang bicara adalah bahasa batin. Anak tidak peduli orang tua bicara dalam bahasa apa, tetapi saat orang tua meniatkan maksud pikirannya, itulah yang tertangkap. Janin bisa mengikuti kata-kata ibunya, walau ibunya bicara dalam hati, tanpa suara.



Langkah-langkah:

Orang tua harus tenang dan rileks.
  • Cari saat paling tepat untuk melakukan penanaman sugesti pada anak, ketika balita dalam kondisi yang rileks dan fokus. Misalnya, saat menyusui, saat anak sakit, saat bercerita, atau saat balita sedang tidur.
  • Gunakan media pendukung untuk melakukan penanaman sugesti (jika dibutuhkan), misalnya suara musik yang menenangkan, suara lembut ibu dan ayah, suara detak jam, dan sebagainya.
  • Lakukan kontak tubuh secara lembut, berulang dan monoton (dapat dilakukan saat ia tertidur), seperti mengusap kepala atau dahi balita, mengusap punggungnya dengan lembut.
  • Mulailah bicara dengan niat menanamkan sugesti positif, gunakan kalimat afirmasi positif seperti, “Anak manis, mimpilah yang indah dan besok pagi, bangun segar, bersemangat dan sehat.”
  • Lakukan pengulangan secara konsisten, ibu dan ayah melakukan hal sama berulang-ulang, hingga terlihat hasil yang diharapkan.
Hindari:
  • Membiarkan balita tertidur lelap di depan TV atau media lain yang hidup, terutama jika media tersebut memiliki efek negatif. Anak akan memsuki kondisi alpha saat tertidur, sehingga apa yang ia dengan dari luar dapat terprogram secara otomatis di alam bawah sadarnya.
  • Bertengkar atau saling melontarkan kalimat negatif di depan anak karena bisa tertanam di jiwa bawah sadar anak, dan kemungkinan berakibat pada kesehatannya.
  • Melakukan kekerasan terhadap anak, karena ia akan dengan mudah memprogram kekerasan tersebut di jiwa bawah sadarnya.
  • Menggunakan kata-kata negatif. Misalnya, “Besok pagi kamu bangun dan tidak rewel,” tetapi ganti menjadi, “Besok pagi kamu bangun dengan hati senang, ya Nak!”






courtesy Mom Auria S L Wibowo, SUMBER : dok HHBF