Selasa, 21 Januari 2014

GTM (Gerakan Tutup Mulut)

Masuk usia 8 bulan, proses makan abel udah mulai ada drama nih, seperti kebanyakan bayi lain, di 8 bulan ini abel sudah bergigi 4 *nyengir* 2 atas dan 2 bawah. tentunya seiring bertambahnya usia tekstur makanan abel gw tingkatkan menjadi agak kasar. Nasi tim abel sudah berbentuk nasi utuh namun masih lembek. 


1 minggu di awal makan tekstur ini lancar-lancar aja. seperti biasa. abel selalu habisin makanannya. nenek selalu seneng kalau nyuapin abel, karena selalu mangap. dan di jejelin terus sampe abel uekkkk *mau muntah* kekenyangan. (pukpuk abel). tapi seminggu berikutnya ada masalah baru. Abel nggak mau makan nasi tim nya. tiap disodorin sendok selalu mulutnya di gembok. rapet serapetnya. huuuh panik? iyalah.. biasanya tiap nelpon nenek, dapet kabar indah, kali ini " ka, anakmu gak mau makan tim nya nih? gmn dong? " hah? kok bisa? segala cara dilakuin mulai melembutkan tekstur makanannya, makan di sepeda, makan sambil keliling di gendong, sampe makan di piring yang sama dengan org dewasa. nah, dari artikel yang saya baca, nih ada informasi penting.. semoga membantu ya :)



Mengapa GTM (harus) Terjadi?

Biasanya terjadi di rentang umur 8 bulan - 10 Bulan. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan GTM alias Gerakan Tutup Mulut di saat ber MPASI Rumahan. Kalo rada nggak scientific ya maap dehhh... kesimpulan ini dirangkum dari pengalaman pribadi dan sharing teman-teman di forum dan Milis MPASIRumahan :
  1. Masa tumbuh gigi
  2. Bosan dengan tekstur halus
  3. Perbedaan kenaikan tekstur makanan yang drastis
  4. Sempat 'tercolek' makanan /minuman lain yang ditambah gula-garam
  5. Bosan dengan suasana makan
  6. Trauma makan/sendok
  7. Sakit/tidak enak badan
Masa Tumbuh Gigi
Ini adalah salah satu masa yang memicu ke-emoh-an anak untuk membuka mulutnya dan membiarkan makanan masuk. Pusing? jelassss!
Tapi kita nggak boleh memarahi bayi mungil kita untuk alasan ini, coba kita ingat-ingat kapan terakhir kali kita merasa pusing, badan panas karena geraham bungsu kita tumbuh? Pasti males makan, males ngapa-ngapain. Itulah yang terjadi dengan bayi kecil kita. Saat gigi pertamanya tumbuh menggeliat merobek gusinya yang lembut, tentu terjadi ketidaknyamanan, entah itu gusi sakit, badan panas, dll.

Biasanya gigi bayi mulai tumbuh di 7/8 bulan, tapia da juga yang sudah bergigi di usia 5 bulan. Tenang, semua bayi berbeda-beda. Anak saya baru numbuh gigi pertama di usia 9 bulan.
Bagaimana Solusinya?

Jadi, kalau bayi kita menolak makanannya coba cek gusinya. Apakah ada yang kemerahan? bila YA, maka cobalah membuat makanan yang lebih encer. Berikan makanan 'penyaman' seperti buah dingin yang bisa digigit-gigit, momsicle alias es loli dari ASI (berhasil untuk anak sayah), berikan jus/puree buah manis dan dingin, dan kalau sangat mengganggu sehingga membuat bayi panas... cobalah ditreatment dengan parasetamol. Parasetamol selain menurunkan panas juga mengurangi rasa sakit akibat tumbuh gigi.

Saya pribadi, apabila anak sudah mulai memerah gusinya langsung saya beri 1 sendok tehGripe Water sekali sehari. Itu bagi saya lumayan membantu menyamankan rasa tidak enak saat tumbuh gigi. Alhamdulillah, jarang sampai panas, paling ngeces berat doang *LOL*

Bosan Dengan Tekstur Halus
Ini unik, dan perlu kejelian Ibu untuk mengetahui hal ini. Saya pernah di-curhatin teman, anaknya 7 menuju 8 bulan nggak mau makan buburnya, ibunya panik dan membuat bermacam variasi bubur en de blah blah blah... Dan si anak tetep GTM. Sampai suatu kali, ibunya iseng membuat nasi tim yang disaring sekali. Disajikan dengan kuah sup tofu.... Anaknya langsung sigap makan!
Oh, ternyata si bayi butuh 'tantangan' mengunyah toh?

Nah, jadi alternatif ini bisa Ibu gunakan kalau bayi mulai GTM. Mungkin dia bosan dengan tekstur makanannya yang terlalu 'bayi', dan nggak perlu terlalu khawatir dengan masalah peningkatan tekstur ini. Ada anak 8 bulan 2 minggu udah nggak mau makan tim saring, maunya nasi tim beneran dan di 9 bulan menuju 10 dia sudah makan nasi lembek.

Selama tidak ada masalah pencernaan seperti diare, sembelit dan berat badan tetap bertambah, berikan tekstur yang disukai bayi. Kadang memang bayi perlu tantangan dalam acara makan-makannya (^_^)

Perbedaan Tekstur Makanan Yang Drastis 
Ini kebalikan dengan yang atas, kalau yang ini biasanya ibunya yang nafsu pengen mengenalkan tekstur baru pada bayi padahal si bayi masih ingin menikmati tekstur lama makanannya yang lebih lembut dan lebih cair. Misalnya : Bayi 8 bulan dan masih menikmati makanan tim saring 2x-nya, tiba-tiba diberi nasi tim utuh. Ini bisa 'mengundang' GTM, Bu. Perubahan tekstur makanan selain harus mengecek 'pertanda' dari bayi, juga harus dilakukan ber-ta-hap.

Misal untuk kasus diatas : Dari saring 2X menjadi saring1x, lalu di sekedar ditekan-tekan di mangkuk, hingga akhirnya nasi tim beneran.

Oh ya, jangan merasa gagal kalo tiba-tiba bayi meminta 'mundur-tekstur'. Mungkin memang sedang merasa tidak nyaman/bosan, mengalah sebentar nggak dilarang, asal tetap dilatih untuk mencintai tekstur baru-nya yang lebih padat (^_^)

Ter'colek' Makanan Yang Ditambah Gula/Garam
Ini pengalaman yang 'anakguwebanggeuttt'. Jangan dikira anak saya bebas GTM, wuuuu.... nggak asik namanya kalo nggak pernah ngerasain GTM. Gerakan tutup mulut Azwa, terjadi di usia 9 Bulan. Bukan karena numbuh gigi atau perang dengan tekstur makanan, tapi karena LEBARAN!
Jadi (rada ngobrol dikit ya), pada saat lebaran tiba, sama neneknya dikasihlah si Azwa ini ketupat penyet dan sayur opor encer plus daging suwirnya. Belum lagi setiap hari pasti nongkrong di depan stoples kue kering keju dan nastar *keluh*. Semua usaha ibunya untuk menghindari penambahan gula garam dalam makanannya musnah sudahhh.

Akibatnya, sepulang dari rumah nenek, dia nggak mau makan dan menutup mulut rapat-rapat kalau makan masakan maknya yang relatif lebih hambar dari masakan lebaran. OK, 'good'!
Pusing juga kalo makannya nggak sesuai dengan porsi biasanya, bisa-bisa berat badan turun nih. Jadi solusi saya pada saat itu adalah mengalah untuk menang. Saya mengalah menggunakan sedikiiiit tambahan garam pada masakan, namun dalam waktu kurang lebih 1 minggu saya kurangi terus penggunaannya sampai akhirnya... HOREEEE.... balik lagi tanpa penambahan garam! Ibu menang (lagi).

Bosan Dengan Suasana Makan
Ya, namanya juga manusia walopun masih kecil. Pasti ada kalanya bosan dengan acara dan suasana pada saat makan. Entah bosan dengan ritual, dengan lokasi dll.
Memang, paling OK kalo membiasakan anak makan dengan posisi duduk (di highchair/stroller) menghadap meja makan. Tapi terkadang hal ini menjadi hal yang membosankan. Anak saya, sejak umur 6 bulan sampai 9 bulan terrrrtib bukan main makan di highchair dan mejanya. Sampai suatu ketika GTM melanda (seperti tulisan di atas). Maka kain gendongan menjadi penyelamat, makan di halaman rumah menjadi alternatif baru, kadang sambil nonton TV.

Nggak bagus dan nggak ideal. Namun saya tetap harus menghormati preferensi anak saya. Toh setelah (lumayan) besar, dia bisa kembali lagi ke meja makan, duduk di kursi dan makan bareng.

Ada lagi cerita ibu milis, waktu anaknya males makan, dia ganti sendoknya dengan pestle/ulekan kayu yang ada di homemade baby foodmaker-nya. Baru deh anaknya makan... heheheh.. ternyata bosan dengan cara lama dan bayinya ingin bereksplorasi.

Oh ya, kunci terpenting saat anak mulai bereksplorasi dengan makanannya adalah.... jangan takut berantakan saat bayi mulai meminta makan sendiri. Mereka juga ingin menjadi mandiri dan kita akan senang bila mereka mandiri. Jadi.... walaupun lantai pasti ikutan kenyang karena makanan jatuh semua, tetaplah sabar. Alasi lantai dibawah kursinya dengan koran bekas / plastik lebar sehingga mudah membersihkannya.

Trauma Sendok
Menurut saya, kadar GTM seperti ini lumayan berattt. Biasanya terjadi karena beberapa faktor:
- karena dipaksa minum obat
- karena dipaksa disuapi makanan

Anak yang dipaksa minum obat dengan sendok, sampai dicekoki segala macam bisa membuatnya trauma melihat sendok dan nggak mau buka mulut walaupun isinya bukan obat. Jadi, ada alternatif lain memberikan obat pada anak, yaitu menggunakan pipet dan harus dibujuk baik-baik. Jangan dibentak, apalagi pake gaya "nyekokin". Wah... parah nantinya...

Lalu yang kedua, dipaksa makan. Maksudnya, si anak sedang nggak mood makan/udah kenyang lalu dipaksa makan dengan cara menjejakan sendok secara paksa ke mulut kecilnya. Atau, belom selesai mengunyah dipaksa mangap atau sendok udah standby di depan mulutnya.
Tolong deh, berempati sedikit.... Kalau kita sedang mengunyah makanan dan ada sendok isi makanan lagi sudah menempel di depan mulut kita apa nggak bikin kesal?
Lalu, kalau kita sudah merasa cukup kenyang, sudah cukup makan lalu dipaksa membuka mulut dengan cara dicekoki pasti juga kesal, dan TAKUT. Apalagi sampai ada acara dipukul, dicubit dsb...

Jangan sampai ya, Bu. Kalau ngadepin anak makan memang harus ekstrasabar. Walo -jujur banget- saya juga pernah 'naik-darah' kalo anak saya lelet makannya sementara emaknya buru-buru mau ngerjain yang lain.. Namanya juga manusia (^_^)

Bagaimana cara menyelesaikan masalah ini? Lumayan berat, pertama semua jadi harus kembali ke NOL. Mencoba membujuk makan tanpa sendok, lalu pelan-pelan diajarkan menggunakan sendok, biarkan anak memegang sendoknya untuk mainan, sementara kita memegang sendok lain untuk menyuapi. Minta maaf. Penting itu.... dan harus TULUS. Saya nggak bercanda, saya serius. Anak kecil juga paham kok kalo ibunya marah dan menyesal. Dan yang penting.... jangan diulangi lagi atau GTM akan terulang lagi.

Sakit / Tidak Enak Badan
Bagian ini spesialis anak saya. Heheheh.... Saya amati anak saya di 6 bulan pertama memulai makan (6 bulan - 12 bulan) sempat ada acara GTM karena dia sakit (pilek/batuk) dan tidak enak badan (keseleo, salah urat). Perilakunya menjadi "mbayi".
Maksudnya begini, dia jadi lebih suka menyusu, makan makanan lebih lembek, dan merengek kalau diberi makanan 'reguler'.

Saat bayi sakit, ternyata memang perlu diberikan makanan yang lebih cair. Kalaupun ia ingin menyusu saya ya berikanlah. Beri perawatan yang tepat dan menyamankan, termasuk makanan yang menyamankan (Karmel:1999). Sup ayam cair hangat untuk anak pilek, atau es loli dari puree buah untuk anak tumbuh gigi.

Soal 'tidak enak badan', ini sih antara percaya nggak percaya ya Bu. Tapi menurut Mbah Dukun Pijat anak saya, bayi / balita mungkin malas makan karen ada yang 'nggak enak' dengan badannya. Biasanya kalau dibawah setahun karena perkembangan motorik kasar seperti belajar merangkak-memanjat-berjalan dll bisa membuat -secara tidak terasa- si anak keseleo atau pegal-pegal lantas malas makan aka GTM. Obatnya? Dipijatkan/diurutkan.
Anak saya adalah contoh gampangnya. Hehehehe... percaya nggak percaya ya, Bu.



sumber : dok.hhbf

HYIPNOPARENTING

Hypnoparenting sebagai teknik pola asuh bekerja langsung pada alam bawah sadar anak. Orang tua dapat menerapkan pola asuh termasuk mendisiplin anak secara mudah tanpa paksaan. Yang terjadi saat orang tua menggunakan teknik hypnoparenting adalah komunikasi secara mental melalui alam bawah sadar anak. kalimat-kalimat afirmatif yang disampaikan ketika anak sedang dalam kondisi rileks.


Tindakan dan tingkah laku balita masih sangat banyak dipengaruhi alam bawah sadarnya. Itu sebabnya, ia begitu polos dan spontan, serta mudah di-"program" (diberi sugesti) oleh orang tuanya. Pikiran anak balita ibarat spons yang sangat mudah menyerap apa pun yang terdengar, terlihat dan terasa. Orang tua menanamkan sugesti melalui kalimat-kalimat afirmasi sesuai kebutuhan anaknya, langsung ke alam bawah sadar sesuai sugesti tersebut.

Persiapan orang tua:
  • Paham sifat dan kebiasaan anaknya, sehingga tidak melakukan sugesti yang bertentangan dengan sifat balita.
  • Bisa menyeleksi kata-kata yang akan diucapkan. Fokus pada kata-kata positif dan hindari kata-kata negatif seperti “nakal’, “bandel”, ” “susah”, “berisik”,(dilarang mengucapkan kata "tidak" dan "jangan") dan sebagainya.
  • Mampu intropeksi diri dan memberikan contoh baik pada anak.
  • Paham betul konsep dasar hypnoparenting. Tak sekedar tahu. Hindari tindakan tidak sepenuh hati atau tidak rela.
  • Bekerja sama dengan anak mengenai cara menerapkan hypnopareting agar konsisten.
  • Setiap orang punya kesalahan. Orang tua harus menyadarinya agar tidak selalu menyalahkan anak.
Ingat, yang bicara adalah bahasa batin. Anak tidak peduli orang tua bicara dalam bahasa apa, tetapi saat orang tua meniatkan maksud pikirannya, itulah yang tertangkap. Janin bisa mengikuti kata-kata ibunya, walau ibunya bicara dalam hati, tanpa suara.



Langkah-langkah:

Orang tua harus tenang dan rileks.
  • Cari saat paling tepat untuk melakukan penanaman sugesti pada anak, ketika balita dalam kondisi yang rileks dan fokus. Misalnya, saat menyusui, saat anak sakit, saat bercerita, atau saat balita sedang tidur.
  • Gunakan media pendukung untuk melakukan penanaman sugesti (jika dibutuhkan), misalnya suara musik yang menenangkan, suara lembut ibu dan ayah, suara detak jam, dan sebagainya.
  • Lakukan kontak tubuh secara lembut, berulang dan monoton (dapat dilakukan saat ia tertidur), seperti mengusap kepala atau dahi balita, mengusap punggungnya dengan lembut.
  • Mulailah bicara dengan niat menanamkan sugesti positif, gunakan kalimat afirmasi positif seperti, “Anak manis, mimpilah yang indah dan besok pagi, bangun segar, bersemangat dan sehat.”
  • Lakukan pengulangan secara konsisten, ibu dan ayah melakukan hal sama berulang-ulang, hingga terlihat hasil yang diharapkan.
Hindari:
  • Membiarkan balita tertidur lelap di depan TV atau media lain yang hidup, terutama jika media tersebut memiliki efek negatif. Anak akan memsuki kondisi alpha saat tertidur, sehingga apa yang ia dengan dari luar dapat terprogram secara otomatis di alam bawah sadarnya.
  • Bertengkar atau saling melontarkan kalimat negatif di depan anak karena bisa tertanam di jiwa bawah sadar anak, dan kemungkinan berakibat pada kesehatannya.
  • Melakukan kekerasan terhadap anak, karena ia akan dengan mudah memprogram kekerasan tersebut di jiwa bawah sadarnya.
  • Menggunakan kata-kata negatif. Misalnya, “Besok pagi kamu bangun dan tidak rewel,” tetapi ganti menjadi, “Besok pagi kamu bangun dengan hati senang, ya Nak!”






courtesy Mom Auria S L Wibowo, SUMBER : dok HHBF

Minggu, 19 Januari 2014

Kandungan 'obat' dalam Buah dan Sayur

Dear smart and lovely Mommies, kalau kita bikin MP-ASI, pastinya ga lepas dari beragam buah dan sayur kan yaa..? naah, ini ada orang2 baik hati yg mengkliping khasiat-khasiat buah dan sayur.


selamat membaca.. semoga semakin semangat bikin MPASInya. healthy food for healthy baby.

=====================

Fitokimia, zat alamiah yang hanya bisa didapatkan dari sayur-sayuran dan buah-buahan, begitu bermanfaat sebagai antioksidan dan mencegah kanker juga penyakit jantung.

Sayuran, padi-padian dan buah-buahan merupakan sumber utama zat fitokimia. Sebabnya, dalam satu jenis tumbuhan, bisa terdapat puluhan bahkan ratusan zat fitokimia yang berguna bagi kesehatan tubuh ini. Ada beberapa fitokimia yang sudah diketahui terdapat di dalam sayuran dan buah-buahan, antara lain sebagai berikut.

Karotenoid 
Karotenoid adalah pigmen pemberi warna pada buah dan sayuran. Karotenoid ini bermanfaat mencegah serangan jantung, stroke, kebutaan, beberapa jenis kanker dan memperlambat penuaan.

Beta Karoten
Fungsi dari beta karoten ini hampir sama dengan karotenoid. Beta karoten terdapat pada buah dan sayur berwarna kuning seperti mangga, pepaya, wortel, labu dan juga pada sayuran hijau.

Lutein 
Lutein ini sangat berguna untuk kesehatan mata. Bayam adalah jenis sayuran yang paling banyak mengandung lutein. Sumber lutein lainnya adalah selada, kiwi dan brokoli.


Likopen
Likopen adalah antioksidan yang mampu memerangi radikal bebas yang mengganggu aktivitas dan pertumbuhan normal sel tubuh. Radikal bebas ini berpotensial membawa penyakit kanker, penyakit hatu dan penuaan dini.
Likopen berfungsi mencegah serangan jantung dan kanker prostat. Likopen terdapat pada buah dan sayuran berwarna merah seperti tomat, paprika merah, semangka dan wortel.

Zeaxanthin 
Zeaxanthin ini mencegah degenerasi molecular dan kanker. Zeaxanthin terdapat pada jagung dan bayam.


Flavonoid 
 Flavonoid merupakan anti oksidan yang menetralisir radikal bebas yang menyerang sel-sel tubuh kita. Radikal bebas dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung dan penuaan dini. Flavonoid dapat ditemukan pada jeruk, kiwi, apel, anggur merah, brokoli dan teh hijau.

Resveratrol 
Resveratrol mencegah penyakit jantung, kanker, penyumbatan darah dan stroke. Resveratrol terdapat pada anggur merah dan jus anggur merah.

Quersetin 
Quersetin mengurangi peradangan akibat alergi, menghambat pertumbuhan kanker di kepala, leher dan melindungi paru-paru dari efek polutan. Quersetin terdapat pada apel, pear, anggur, selada, brokoli, teh hijau dan anggur merah.

Hesperidin 
Hesperidin dapat melindungi tubuh dari serangan jantung. Hesperidin bisa dijumpai pada kelompok buah jeruk.

Tangeritin 
Tangeritin dapat mencegah kanker di kepala dan di leher. Tangeritin terdapat pada buah jeruk dan jusnya.

Antosianin
Antosianin mencegah penggumpalan darah, bahkan stroke. Antosianin terdapat pada buah strawberry, kiwi dan plum.

Sulforafen
Sulforafen berfungsi mencegah resiko kanker usus besar. Sulforafen terdapat pada sayuran crucifera seperti kembang kol, brokoli, kubis dan pakchoy.

Limonen 
 Limonen ada fitokimia yang ditemukan pada bagian kulit dan selaput putih buah dalam kelompok jeruk seperti jeruk orange, mandarin, limau, lemon, jeruk nipis. Limonen melindungi paru-paru dan menurunkan resiko beberapa jenis kanker.

Asam ellagat 
Asam ellagat adalah senyawa fenolat yang bisa menurunkan resiko beberapa jenis kanker dan menurunkan kadar kolesterol. Asam ellagat dijumpai pada anggur merah, kiwi dan strawberry.



Kandungan Obat pada Buah-Buahan
Penelitian menunjukan bahwa makanan (buah-buahan, sayuran) ternyata mengandung zat yang bisa melawan berbagai penyakit seperti : jantung, hati, infeksi bahkan kanker. Daripada minum obat ada efek sampingnya mendingan makan makanan yang menyehatkan.

Anggur
 Anggur dapat menyesuaikan keseimbangan cairan dalam tubuh, melenyapkan materi berbahaya, mencegah kurang napsu makan, menghilangkan ketegangan dan insomnia, serta mencegah penyakit anemia defisiensi.

Apel 
 Apel mengandung vitamin A, B dan C. Kandungan zat pektin dalam apel dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan triglycerides yang mengganggu fungsi jantung. Buah apel mengandung quercitrin dan anti oksidasi flavonoid dalam jumlah besar, dapat melindungi paru-paru dari serangan polusi dan asap, mengekang pertumbuhan sel kanker. Selain itu, apel juga dapat melawan penyakit hati, tumor dan bisa mengurangi nafsu makan yang terlalu besar. Cocok untuk yang sedang diet. Ditambah lagi apel dapat berfungsi membantu pencernaan, menyembuhkan mencret dan memperlancar pembuangan air besar, serta memutihkan dan menghaluskan kulit.

Alpukat 
Kandungan kalori, lemak dan minyak yang tinggi menjadi sumber energi yang melimpah dan juga mengurangi kadar kolesterol dan menjaga kelenturan otot-otot sendi.

Bawang Putih
Allylic sulfides, dapat menjaga tubuh dari kerusakan DNA dan detoksifikasi ‘carcinogen’. Selain itu, bawang putih bisa menekan pertumbuhan tumor, dan menurunkan tekanan darah.

Blewah 
 Kandungan beta-karoten, pro-vitamin A, magnesium, mangan, seng dan krom pada belewah dapat mengurangi peradangan dan memulihkan luka peradangan jaringan usus. Gula alami dan enzim yang dikandung belewah mempunyai fungsi absorpsi atau penyerapan pada usus akibat makan tergesa-gesa sehingga makanan tak terkunyah dengan baik, terlalu banyak makan makanan yang berbumbu, endapan obat-obatan, atau rasa mual karena rasa kuatir yang berlebihan.

Belimbing
Meminum atau memakan buah belimbing dan menelannya secara perlahan dapat mencegah dan mengatasi infeksi mulut dan tenggorokan. Campuran belimbing dan madu juga dapat membantu mencegah dan mengatasi kencing batu.


Cerry
Buah ceri dapat melindungi kesehatan jantung Anda.

Delima 
 Di Irak dan Iran, jus delima yang dibuat kumur terlebih dahulu sebelum diminum membantu membersihkan mulut dan gigi, serta mencegah infeksi sehingga membantu menghilangkan bau mulut yang tidak sedap. Memakan dengan perlahan-lahan buah delima dan mengeluarkan bijinya dapat menjernihkan suara yang serak dan menghindari kekeringan tenggorokan. Manfaat lainnya, kandungan zat tanin dalam buah delima dapat membius cacing gelang, cacing kremi dan cacing pita dalam usus sehingga mereka dapat dikeluarkan melalui buang air besar. Cara ini sudah biasa digunakan oleh penduduk Mesir dan Vietnam.


Jeruk
Jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C. Jeruk mengandung anti kanker bagi tubuh, mencegah dan mengobati sariawan, menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.
Sari buah jeruk yang banyak mengandung vitamin C sangat baik karena selain menstimulasi sistem kekebalan tubuh, juga menghilangkan sumbatan lendir di tenggorokan, rongga hidung, paru-paru dan perut. Berguna pula untuk membersihkan liver dan menghilangkan rasa sakit di tubuh akibat influenza.

Jeruk lemon 
mempunyai khasiat menghasilkan cairan tubuh dan menghilangkan haus, dan menghilangkan panas secara pasif. Campuran sari jeruk lemon dan madu sangat berkhasiat menyembuhkan radang tenggorokan dan amandel. Bagi mereka yang memiliki gangguan lambung, tentu pilih buah jeruk yang tidak terlalu asam.

Kurma 
 Kandungan gula kurma yang tinggi membuat kurma menjadi buah yang menghasilkan energi tinggi. Bahkan ada legenda bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berbuka puasa hanya dengan 3 butir kurma, tentunya kurma yang berkualitas tinggi. Kandungan gula kurma sangat membantu menyembuhkan luka. Hati-hati bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes, jangan terlalu banyak mengkonsumsi buah ini.

Leci
Selain kandungan protein, lemak, vitamin C, fosfor, dan zat besi, buah leci mengandung sukrosa dan glukosa yang melimpah. Mengkonsumsi buah leci pada malam hari dapat menambah cadangan energi untuk keesokan harinya.

Nanas 
Enzim bromealin dalam nanas melarutkan lendir yang sangat kental dalam sistem pencernaan sehingga juga dapat menghancurkan bisul bila ada. Masakan yang dibuat dengan 250 gram nanas yang diiris-iris, 60 gram cincangan daging ayam dan lada secukupnya yang kemudian digoreng dapat mengatasi penyakit darah rendah dengan gejala lemasnya kaki dan tangan.

Pisang
 Pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C. Pisang dapat membantu mengurangi asam lambung, menjaga keseimbangan air dalam tubuhsehingga dapat menghilangkan haus dan membasahi limpa. Pisang juga dapat menanggulangi atau mengobati : gangguan pada lambung, meredam panas dalam, membuang racun, memperlancar pembuangan kemih,menghilangkan bengkak, penyakit jantung dan stroke, stress, dan menurunkan kadar koleterol dalam darah, serta menurunkan tekanan darah Daging buah pisang yang lembut melapisi dinding-dinding lambung dan usus sehingga dapat menjadi lapisan anti radang. Pisang sangat membantu bagi mereka yang mengalami masalah peradangan lambung atau usus. Karena daging buah pisang sangat lembut, dianjurkan untuk tidak dijadikan jus.

Pepaya dan Mangga 
Pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A. Pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan, membuat lancar saluran pencernaan makanan, sangat baik bagi penderita sembelit. Selain bagus untuk pencernaan, pepaya juga dapat menyembuhkan luka, menghilangkan infeksi dan alergi.

Sedangkan mangga mengandung vitamin A, E dan C. Mangga dapat bertindak sebagai disinfektan, membersihkan darah, menanggulangi bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak, serta menurunkan panas tubuh saat demam. Selain itu, mangga sangat kaya akan antioksidan dan betakaroten sehingga dapat melindungi tubuh kita dari kanker.

Jus campuran pepaya dan mangga memiliki kandungan karbohidrat dan enzim yang tinggi. Jus segar ini bermanfaat dalam menanggulangi pembengkakan dan peradangan, gangguan pencernaan dan demam. Jus mangga sendiri dapat mengurangi dehidrasi dan memperlancar sirkulasi darah.

Pear
Mengkonsumsi buah Pear membantu mengatasi rasa tidak enak di perut akibat kadar asam yang berlebihan yang berasal dari makanan berkalori tinggi, berminyak dan pedas. Buah per tidak saja dapat menghentikan batuk, tapi juga berkhasiat menonjol dalam menghasilkan cairan tubuh, menghilangkan haus dan panas demam. Dapat menghilangkan rasa haus dan gelisah yang diakibatkan demam, penyakit kencing manis atau penyakit lainnya. Jus pear juga dapat dicampur dengan apel dan sedikit jeruk nipis.

Semangka
 Terlalu banyak mengkonsumsi daging-dagingan, manis-manisan, goreng-gorengan, kopi dan minuman ringan sering membuat darah terlalu banyak kandungan asamnya dan mengakibatkan bintik-bintik merah di kulit. Jus semangka akan merontokkan asam tersebut dan memperbaiki kandungan darah. Bagi penderita diabetes, mengkonsumsi secara teratur jus semangka dapat menjaga meningkatnya gula darah. Kelebihan kandungan asam urik dalam tubuh yang menyebabkan arthritis, encok dan keracunan urea dapat dihilangkan dengan meminum jus semangka secara teratur dua kali sehari. Semangka dapat menghilangkan haus di hari panas, sumpek dada, memperlancar pembuangan air kemih, juga dapat mengobati radang hati, radang empedu dan radang batu empedu.

Strawberry 
Stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C. Stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas. Strawbery juga dapat mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih, menjadi anti virus dan anti kanker.

Tomat
Tomat mengandung vitamin A, B1 dan C. Tomat dapat membantu membersihkan hati dan darah kita, mencegah : gusi berdarah, rabun senja / kotok ayam, usus buntu, kanker prostat dan kanker payudara.
Jus tomat segar sangat membantu pembentukan glycogen dalam liver. Menurut penelitian ditemukan bahwa jus tomat menyeimbangkan fungsi liver dengan cepat dan dengan demikian berarti menjaga stamina tubuh dan menyehatkan badan. Garam mineral yang kaya dalam tomat meningkatkan nafsu makan dan merangsang aliran air liur sehingga memungkinkan makanan dicerna dengan baik. Konsumsi tomat yang teratur membantu mengobati penyakit anoreksia (kehilangan nafsu makan).

Kelengkeng
Buah ini banyak mengandung sukrosa, glukosa, protein, lemak, asam tartaric, vitamin A dan B. Sebagai salah satu sumber energi, buah yang sangat manis ini berguna untuk meningkatkan stamina sehabis sakit. Kelengkeng sangat baik untuk memenuhi kebutuhan energi bagi wanita hamil yang lemah atau setelah melahirkan. Memakan buah ini secukupnya secara teratur dapat menambah nafsu makan, mencegah anemia dan pemutihan rambut dini. Selain itu akan mempercepat kesembuhan luka luar. Awas, konsumsi secukupnya saja, kalau kelebihan, akan membuat tubuh menjadi panas akibat kelebihan energi.

Kelapa
Air kelapa mengandung sukrosa, fruktosa, dan glukosa, sedangkan dagingnya selain tiga hal di atas juga mengandung protein, lemak, vitamin dan tentunya minyak kelapa. Meminum air kelapa muda dan memakan dagingnya dapat mengurangi kegerahan, mulut kering, demam dengan kehausan serta diabetes. Selain itu, minum air kelapa muda dipercaya membuang racun dalam darah. Perhatian, terlalu banyak minum air kelapa muda menyebabkan sedikit rasa lemas sementara. Bagi yang memiliki gangguan tulang jangan mengkonsumsi banyak air kelapa.

Wortel 
Beta-carotene bisa mencegah kanker prostat . Sulforaphanes yang membuat tubuh memiliki kemampuan untuk detoksifikasi carcinogen.

==========================
Sumber dari : http://resep.web.id/, dok.hhbf